Syalom… syalom…syalom…

     Selamat Hari Natal……

     Ucapan tersebut bergema di antara personil dan pengunjung perayaan Natal Punguan Toga Nainggolan, boru, bere dan ibebere se kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai,Sumatera Utara. Masing-masing peserta, mulai dari anak-anak dan para orangtua, terlihat hikmat menikmati perayaan Natal tersebut, yang rutin diadakan oleh punguan sekali dalam setahun.

     Sejak pagi hari, para anggota Punguan telah bergotongroyong mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan dalam perayaan ini. Mulai dari akomodasi, transportasi serta kado-kado kecil buat anak-anak sikola minggu yang datang ke perayaan ini.

     Dimulai dari pukul 16.00wib, lagu Malam Kudus pun berkumandang dengan syahdu, mengenang kelahiran sang Juru selamat manusia 2000an tahun yang lalu di Kota kecil Betlehem. Kelahiran Yesus tersebut lah yang selalu di ingat oleh umat Kristiani di dunia ini setiap tahunnya, dengan megadakan perayaan ritual agama dengan nama Natal.

     Liturgis yang dibawakan oleh St. CH. Simare-mare, mengambil epistel dari Mika 5 pasal 1 s// 3 yang berbunyi : “Alai anggo ho betlehem Efrata,mametmethu doho nian anggo tung pola jujuron tu angka huta maribu-ribu di Juda. hape, sian ho do haroroan ni nagabe panggomgomi di Israel, jala angka haroroanna sian na hinan, sian angka ari narobi salelenglelengna.Dibaheni pasahatonna ma nasida sahat ro di tingkina pangintubuhon ni namanubuhon, jala mulak pasi-pasi ni angka hahaanggina tu angka anak ni Israel. Alai jongjong anggo ibana, jala marmahan mangasahon gogoni Jahowa, marhite-hite hamuliaon ni goar ni Jahowa Debatana; jadi maringan ma nasida, ai timbul ma Ibana disi rodi angka ujung ni tano on.”

     Dalam awal Kotbahnya GR. Samosir mengatakan, “Semua Umat kristiani saat ini bersuka cita dalam merayakan hari kelahiran Yesus kristus. Allah tidak mau melihat manusia mati didalam dosa, maka Dia mengutus anaknya Yesus ke Dunia ini untuk menebus Manusia dari dalam Dosa. Kejatuhan manusia kedalam dosa diibaratkan bagaikan Domba yang sudah kehilangan gembala. Olehkarena itu Allah memperhatikan kita, dan menyelamatkan Manusia dari dalam kubangan dosa, dengan mengutus anakNya yang tunggal seperti pada Nats NYa: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.

     Selesai kebaktian Natal, acara pun ditutup dengan acara makan bersama yang diikuti dengan penarikan Arisan yang memang sudah menjadi agenda Punguan Toga Nainggolan se Kecamatan Perbaungan setiap bulannya.

     Syalom….syalom…syalom… selamat Hari Natal

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: