Akhirnya Android berhasil mengalahkan symbian dan menjadi OS nomor satu diranah ponsel dunia. Ini terjadi setelah pada kwartal IV 2010, serbuan ponsel Android sukses mengalahkan pasokan ponsel symbian.

Berdasarkan data Canalys yang dikutip dari detikINET, pengapalan ponsel android pada kwartal IV 2010 menembus angka 32.9 juta unit. Sementara handset-handet Symbian hanya mencapai angka 31 juta unit.

Data lain milik Computer Weekly mengatakan, pangsa pasar OS milik google itu terus meningkat dai 8.7 persen di 2009 menjadi 33 persen di 2010. SEbuah kenaikan yang cukup pesat.

Sementara Google naik, Microsoft justru menurus pangsa pasarnya. Pangsa pasar windows mobile anjlok 20 persen, dari 7.2 persen di kwartal IV 2009 menjadi 3.1 persen diperiode yang sama 2010. Platform baru Windows Phone 7 pun diharapkan dapat mendongkrak pangsa pasar Microsoft.

Tahun 2011 adalah tahun dimana peraingan menjadi lebih ketat. Para vendor tahun ini banyak yang menggunakan teknologi baru seperti prosesor dual core, NFC, dan layar 3D untuk mempertahankan pangsa pasarnya.

Diantara vendor smartphone, Sony Ericsson termasuk yang gencar dan setia melucurkan perangkat berbasis Android. Saat ini sudah empat model yang dikeluarkan perusahaan yang mengaku sebagai merek ponsel Android nomor 1 di Indonesia sejak awal tahun 2010 lalu. Semuanya dibawah brand Xperia X10, X10mini, dan X10 mini Pro seta model keempat yang dirilis Oktober lalu adalah Xperia X8.

Xperia X8 datang dengan tema desain yang tak jauh beda dengan tipe pendahulunya. Hanya saja ukurannya lebih kecil daripada X10 namun sedikit lebih besar daripada X10 Mini dan X10 Mini Pro. X8 dirancang untuk pengguna yang butuh layar yang lebih lebar dan harga yang lebih terjangkau yaitu dibawah 2 jutaan.

Sebagai perbandingan, ukuran layar X8 selebar 3 inchi, sedangkan X10 selebar 4 inchi, dan X10 Mini dan Mini Pro selebar 2.6 inchi. Dalam genggaman, ponsel ini terasa sedikit tebal meski bobotnya terkesan ringan. Ini lantaran material casingnya yang terbuat dari bahan plastik. Body depan memiliki tekstur keras dan solid. Sayang, komponen casing belakang terbuat dari plastik yang terkesan muahan. Lepas dari itu semua, tampilan X8 cukup elegan.

Meski dai sisi ukuran layar sedikit lebih lebat, harga yang dibanderol untuk Xperia X8 lebih miring. Sony Ericsson mematok harga sekitar Rp 1.8 jutaan. Bandingkan dengan harga X10 yang masih dikisaran Rp 4 jutaan, dan X10 Mini Pro yang diatas Rp 2jutaan.

Secara tampilan, X8 mirip X10 Mini dan X10 Mini Pro dengan layar muka yang menyediakan navigasi empat sudut. Di masing-masing sudutnya bisa diatur menu pilihan untuk memudahkan pengguna untuk mengakses dari satu genggaman sekalipun. Selain layar Touchscreen, tak lupa fitur timescape  khas Sony Ericsson yang menampikan aliran update terbaru dari situs jaringan di Facebook, Twitter,SMS,/ MMS, dan Misscall untuk memudahkan pengguna melacak jejak komunikasinya. Pada X8, timescape tak selengkap  pada X 10 yang juga menampilkan aliran pesan e-mail dan beberapa layanan lainnya.

Sony Ericsson X8 menggunakan prosesot 600MHz, memori internal 128 MB, dan Eksternal 2GB yang dapat di Upgrade hingga 16GB. Platform yang digunakan Android 1.6 namun siap di up-grade ke Android 2.1 pada November mendatang.Koneksinya mendukung 3G dan HSPA serta WiFi. Tersedia tiga pilihan model  warna yaitu Putih dengan kombinasi biru dan hitam. Sony Ericsson Xperia X8 juga dipastikan sempurna umtuk menikmati hiburan meultimedia, termasuk untuk bermain game, dari Android Market, menonton klip di Youtube atau untuk Browsing web dengan layar 3 inchi.

Download saja lagu-lagu dari PlyNow, kemudian dengarkan seluruh musik anda dengan menggunakan headphone 3.5 mm. Di Xperia X8 juga ada kamera 3.2 MP dan fungsi perekam videodengan gambar yang cukup berkualitas.

Satu catatan, meski Xperia X8 sudah support 16 juta warna, keluarannya terlihat kurang optimal. Berkaca pada kasus LG Optimus beberapa edisi lalu, kemampuan sistem operasi Android 1.6 yang kabarnya  hanya mendukung 64 ribu warna patutu dituding sebagai biang kerok.

Untuk atraksi, tak perlu lagi memakai stylus karena layar sentuh ponsel ini sudah menawarkan sensor capacitive. Sebuah kelebihan, kerena beberapa ponsel berbasis Android lain masih tampil dengan sensor resistive. Peforma layar sentuh ini cukup baik dan resposnsif.

Dapatkan Up-date informasi penting seputar Aplikasi, Ponsel, Elektonik, Gadget dan Serba-Serbi lainnya dari Palansa

Masukkan Alamat E-mail Anda

PALANSA 175X125

Terimakasih telah berkunjung di Palansa….Semoga hari anda baik dan besok bisa kembali lagi ke Situs ini.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: